| Rabu, 16 Desember 2009 |
| 5 Cara Cegah Penyebaran Toksoplasma |
Manusia lebih mungkin mengalami toksoplasma saat mengonsumsi daging mentah atau tidak mencuci tangan sampai bersih setelah memegang daging. Kucing juga dapat mengidap toksoplasma dari daging mentah yang dikonsumsinya atau memangsa binatang lainnya, seperti tikus. Kucing yang memangsa binatang mempunyai kemungkinan mengalami paparan atau infeksi. Pada banyak kasus, kucing tidak akan menampakkan tanda-tanda mengalami infeksi. Namun, jika kucing sudah kehilangan nafsu makan, demam, dan lesu, itu menjadi pertanda bahwa ia mengalami infeksi penyakit tersebut. Manusia yang terkena toksoplasma akan mengalami gejala ringan seperti flu. Masalahnya akan semakin serius pada perempuan yang sedang mengandung atau pada orang yang bermasalah dengan kekebalan tubuhnya. Janin pada perempuan yang terinfeksi toksoplasma akan menjadi cacat saat lahir. Anda dapat mencegah penyebaran toksoplasma dengan melakukan cara sederhana di bawah ini: 1. Orang yang bukan perempuan hamil atau yang bermasalah dengan kekebalan tubuh sebaiknya membersihkan kandang hewan setiap hari. Membersihkan setiap hari sangat penting karena tinja kucing yang terinfeksi bisa menularkan setelah 36-48 jam. 2. Gunakan sarung tangan karet atau sekali pakai saat membersihkan kandang. Setelah itu, cuci tangan secara merata menggunakan sabun. 3. Sebaiknya sediakan makanan kucing dalam bentuk kering, kaleng, atau yang dimasak secara merata. Jaga agar mereka tidak mencari mangsa sendiri. 4. Masak daging secara matang dan merata. Cuci tangan Anda dan peralatan lainnya yang kontak dengan daging mentah, seperti papan pemotong, pisau, dan bak pencuci. 5. Gunakan sarung tangan saat berkebun. Anda tak tahu di mana tinja kucing biasa bertebaran. Setelah itu, cucilah tangan. KOMPAS.com. Senin, 14 Desember 2009 | 08:52 WIB XAMthone plus Mampu Mencegah Toksoplasma Seperti yang diberitakan oleh www.mangosteentools.com bahwa dalam buah manggis ada sebuah zat yang memiliki antioksidan sangat tinggi yaitu XANTHONE. Dengan melalui berbagai penelitian ditemukan bahwa XANTHONE sangat ampuh mencegah penyakit yang berhubungan dengan virus, bakteri, dan parasit, termasuk didalamnya ada penyakit infeksi toksoplasma yang disebabkan oleh kucing. Pertanyaannya, di mana kita bisa menemukan XANTHONE? Jangan kuatir, hari ini telah hadir jus super nan ajaib dari kulit buah manggis dengan merek XAMthone plus. Produk Indonesia yang mendunia dan menjadi primadona untuk kesehatan yang menyeluruh. XAMthone plus telah hadir di Malaysia, Brunai, Singapura, Thailand, Hongkong dan Austria bahkan Amerika Serikat. Apa yang membuat XAMthone plus begitu memesonakan dunia? Karena XAMthone plus memiliki zat XANTHONE dan keajaiban bagi orang yang mengonsumsinya. Artinya, ketika orang yang menderita penyakit berat dan minum XAMthone plus, dia akan mengalami kesembuhan secara ajaib, begitupun dengan orang yang sehat, kesehatannya akan semakin baik. Mulailah hidup sehat dengan XAMthone plus, bentengilah diri Anda dari serangan toksoplasma dengan XAMthone plus.*** |
Halaman
- Beranda
- PENDAPAT PARA PAKAR
- Tentang Manggis
- Anti Aging Product
- Komponen Buah Manggis
- Legalitas
- Manfaat Xamthone plus
- Cegah Pikun Dengan xamthone
- FAQ
- PENGHARGAAN UNTUK PT UFO BKB SYARIAH
- Berdamai dengan Pengobatan Tradisional
- Terbukti, XAMthone Plus Mampu Menyembuhkan HIV/ Aids
- Artikel Media Alkoholisme Berujung Sirosis Hepatis
- Xamthone
- PEMBALUT KAPAS 100%+17 HERBAL
- Update pegiriman bulan 11/12 dan 12/12
- Update pengiriman bulan january-maret 2013
- Pengiriman
- propolis brazilian
Selasa, 28 Mei 2013
5 Cara Cegah Penyebaran Toksoplasma
XAMthone Plus Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Degeneratif
| ||||
Badanku Sehat Segar Setelah Operasi Berkat XAMthone Plus
| Jumat, 30 Oktober 2009 |
| Badanku Sehat Segar Setelah Operasi Berkat XAMthone Plus |
“Selama itu saya mencoba mengonsumsi produk-produk herbal lainnya tidak perlu saya sebutkan namanya, tapi hasilnya tidak memuaskan, badan saya tetap lemas, semangat hidup saya menurun drastis,” lanjut ibu rumah tangga 2 anak, yang jadi energik setelah minum XAMthone plus. Setelah minum produk luar biasa ini ibu tersebut kembali bersemangat untuk menjalani hari-harinya. “Saya minum XAMthone plus pada pagi, siang dan malam hari sebanyak 30 ml, rasanya enak sebanding dengan khasiatnya,” ujar Nanci. Sebelumnya Nanci mencoba menahan diri untuk tidak menjadi member of XAMthone club, tapi karena keinginan yang begitu besar darinya untuk sehat dan sejahtera maka bergabunglah dia dalam komunitas ini. “Sudah terbukti olehnya sendiri kala dia memutuskan untuk memilih komunitas ini dan sekaranglah hasilnya, dia sehat, segar dan bersemangat,” lanjut Tati. XAMthone plus, minuman kesehatan kelas premium dengan kualitas terbaik yang dimilikinya membuat semua mata dan hati serta pikiran tertuju padanya. Mau buktikan sendiri, silakan datang setiap Senin-Jumat dalam acara seminar menyibak rahasia khasiat kulit buah manggis di kantor pusat XAMthone plus dengan alamat yang tertera di halaman depan dari website ini. Salam Sehat XAMthone plus.***** |
Dokter Masih Skeptis Terhadap Jamu
| Kamis, 18 November 2010 |
| Dokter Masih Skeptis Terhadap Jamu |
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Agus Purwadianto mengatakan, di kalangan medis jamu masih belum diperhitungkan. Dalam pandangan Agus, kalangan dokter di Indonesia masih berpikiran skeptis terhadap jamu. `Dokter sebagai tenaga medis yang dipercaya masyarakat justru sering menempatkan jamu sebagai obat nonmedis, karena banyak dokter di Indonesia yang terkesan berperan sebagai petugas promosi dan pemasaran perusahaan farmasi multinasional, sehingga mereka tidak mau mengobati pasien dengan memanfaatkan jamu,` katanya ketika menjadi pembicara pada seminar `Dissemination of Progress Results in Herbal Medicine Development`, di Yogyakarta, Rabu kemarin. Selain itu, menurut Agus, sampai sekarang belum terbentuk komunitas apoteker spesialis jamu, dan belum banyak rumah sakit yang memiliki unit pelayanan jamu. Ia mengatakan jamu belum diperlakukan sejajar dengan obat, karena klasifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menganggap jamu seolah-olah bukan obat yang ilmiah karena standardisasi kandungan kimianya belum dipersyaratkan. Menurut dia, regulasi yang ditetapkan BPOM memberikan anggapan bahwa khasiat jamu belum teruji di laboratorium, melainkan lebih berdasar pada khasiat empiris tradisional yang dipercayai secara turun temurun. `Pemerintah saat ini sedang menyusun rancangan undang-undang yang menempatkan jamu sejajar dengan obat-obatan konvensional,` katanya. Dalam sistem kesehatan nasional, lanjut Agus, jamu sebenarnya telah diakui dan diatur dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. `Seharusnya jamu ditempatkan sejajar dengan obat-obatan konvensional,` katanya Menurut dia, pada Undang-undang (UU) Kesehatan disebutkan jamu merupakan salah satu bagian yang terintegrasi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Ia mengatakan dalam UU Kesehatan disebutkan jamu merupakan bagian dari obat tradisional yang merupakan ramuan turun temurun, dan dibukukan maupun tidak dibukukan. `Penggabungan metode pengobatan nonkonvensional dengan pengobatan konvensional akan memberikan khasiat pengobatan yang lebih baik dibandingkan jika hanya menggunakan satu jenis pengobatan,` katanya. Agus mengatakan, untuk menghilangkan kesan tidak ilmiah yang melekat pada jamu, pemerintah sedang menggalakkan saintifikasi jamu, yaitu cara untuk memperoleh bukti ilmiah dari khasiat jamu. `Saintifikasi jamu akan meningkatkan penggunaan jamu yang telah teruji secara ilmiah dan dimanfaatkan secara luas, baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit,` katanya. Saintifikasi jamu juga diharapkan bakal meningkatkan penggunaan jamu di kalangan profesi kesehatan. YOGYAKARTA, KOMPAS.com - |
Harapan Baru Pengobatan Kanker Ginjal
| Kamis, 29 April 2010 |
| Harapan Baru Pengobatan Kanker Ginjal |
Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya. Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapi kanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi. "Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping," kata pemimpin penelitian itu, Robert Weiss, yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Cancer Biology and Therapy, edisi Desember. "Kami ingin menemukan cara membuat kemoterapi seefektif mungkin dengan dosis paling rendah," ujarnya. Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat bagi pengobatan itu, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut. T im itu menguji ribuan zat dan 12 diantaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menunjukkan tiga bahan itu mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA. Untuk kajian masa depan, tim peneliti tersebut akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat guna memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap efektif dan guna lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya. Riset kemudian akan menguji bahan itu dengan pengobatan standar dalam contoh hewan sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia. Kompas.com/Washington DC. USA |
Langganan:
Postingan (Atom)